Categories
Uncategorized

Komedi Kriminal Unik di Film Collectors

Komedi Kriminal Unik di Film Collectors sinopsis film Collectors berfokus pada Kang Dong-goo pencuri makam elit dengan mengumpulkan benda-benda antik. Dia bekerja dengan ahli mural makam kuno, Dr. Johnsdan penyekop legendaris Sabdari.

Film Collectors

Sementara itu, kurator Yoon adalah ahli seni kuno dan dia menawarkan kesepakatan yang menarik tapi berbahaya pada Film Collectors. Menyimak sinopsisnya, film Korea ini enggak ada unsur romansa layaknya drama Korea.

Sebaliknya, film Collectors akan hadirkan keseruan petualangan mereka dalam mencari barang-barang antik. Kami juga nonton film ini di bioskop CGV dan kembali merasakan pengalaman sinematik setelah absen hampir delapan bulan.

Seperti premisnya, film Collectors bercerita tentang para perampok makam dan pengoleksi barang-barang antik. Jadinya, kita bakal diperlihatkan barang-barang curian yang bernilai tinggi secara budaya dan materi.

Bahkan, saking tingginya, rasanya enggak cukup dibayar dengan uang. Dalam mencari barang-barang tersebut lah, penonton ditampilkan serentetan fakta sejarahnya. Mulai dari benda budaya Korea yang dicuri Jepang, sampai pedang Excalibur versi Dinasti Joseon.

Bagaimana Komedi Kriminal Unik di Film Collectors?

Selain itu, profesi pencuri makam ternyata enggak main-main. Mereka harus hilangkan rasa empati pada pemilik makam yang dicuri dan bertaruh nyawa di atasnya, karena keuntungan yang diperoleh tak main-main. Seperti yang dilakukan Kang Dong-goo dan keluarganya, Dr. Johns, dan Sabdari.

Saking keuntungannya tak main-main, sampai ada mafia benda antik yang mengoleksinya. Bahkan, menempuh cara-cara kotor demi memperoleh benda-benda peninggalan sejarah. Jangan lupa kunjungi nonton film bioskop 21 online.

Apa Adanya, Tegang, dan Kocak
Kisah kriminal ini ditampilkan apa adanya dari segi alur dan karakternya. Bahkan, premis ini sebenarnya sudah familier dengan film-film mafia pada umumnya. Menariknya, justru ditampilkan lebih kompleks, terutama twist-nya, alih-alih adegan tersebut menampilkan kecerdikan dari para karakter.

Ketegangan yang dibangun bisa memainkan emosi penonton, terutama pada bagian menuju klimaks. Dialog apa adanya yang sering kocak pun mencairkan suasana, seperti adegan keluarga angkat Kang Dong-goo berkumpul dengan Dr. Johns atau Sabdari.

Sinematografi yang Bikin Salah Fokus
Dari awal, sinematografinya digarap enggak main-main. Mulai dari one shot saat Kang Dong-goo menawarkan benda pusaka ke para kolektor di pasar, memburu keramik lukisan yang terpendam di bawah tanah, sampai ruang besi si mafia kolektor.

Benda-benda antik yang dikumpulkan bikin salah fokus. Apalagi, saat adegan Kang Dong-goo dan gengnya membeli sederet toko demi menggali tanah sampai ke makam raja yang ada di pusat Gangnam. Kemudian, perpindahan scene saat twist ditampilkan cepat pun bikin penonton terpukau.

Oh ya, ada adegan bahkan ruangan yang familier, yakni ketika Sabdari dan Dr. Johns membeli petak kontrakan untuk tinggal para penggali tanah. Ruangan tersebut mengingatkan kita pada rumah keluarga Kim Ki-taek. Rumah bawah tanah dengan jendela ikonis tempat Ki-jung, Ki-woo, Ki-taek, dan Choong-sook melihat tetangganya yang kencing sembarangan.

Baca juga : Taktik Bermain Permainan Arena Stars

Villain yang Kurang Greget
Sayangnya, film Korea ini tak seseram genrenya, yaitu kriminal. Pasalnya, sosok penjahat yang ditampilkan enggak seseram mafia dalam film kriminal sesungguhnya. Namun, barangkali hal itu jadi pertimbangan sang kreator soal klasifikasi.

Mafia di film Collectors tak ditampilkan intimidatif, padahal potensinya besar, terlebih dia punya kekuasaan. Kemudian, muncul formula film kriminal lain dengan menampilkan orang-orang yang berkhianat yang sebenarnya bisa kalian tebak di awal-awal film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *